PSS Sleman akan menjalani pertandingan uji coba menghadapi Garudayaksa FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (13/12). Uji coba ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan tim selama masa jeda kompetisi Pegadaian Championship 2025/26.
Selain menjaga ritme bertanding, laga ini dirancang sebagai sarana evaluasi sebelum PSS menjamu Persipal FC pada lanjutan kompetisi Minggu (28/12). Dengan kalender pertandingan yang cukup padat, keberadaan friendly match seperti ini membantu tim menjaga kontinuitas permainan dan memberi kesempatan bagi staf pelatih untuk menilai efektivitas program latihan dalam situasi pertandingan sesungguhnya.
Pelatih kepala PSS, Ansyari Lubis, menegaskan bahwa uji coba ini memiliki peran strategis untuk memotret kondisi aktual tim setelah melalui beberapa sesi evaluasi di awal jeda kompetisi. Menurutnya, friendly match bukan sekadar latihan tanding, tetapi alat ukur untuk memastikan apakah progres latihan sudah tampak secara konkret di lapangan.
Tiga Fokus Utama Evaluasi: Fisik, Kolektivitas, dan Penyelesaian Akhir
Dalam penjelasannya, Ansyari Lubis menyebutkan bahwa terdapat tiga aspek yang menjadi prioritas PSS selama jeda kompetisi:
- Kebugaran fisik pemain
Pemain menjalani program peningkatan intensitas latihan untuk memastikan mereka siap menghadapi fase akhir musim yang menuntut stamina tinggi. - Kolektivitas permainan
Menurut Ansyari, chemistry antar pemain perlu dipercepat, terutama karena komposisi skuad kerap mengalami rotasi. Pemahaman taktikal dan transisi antar lini harus berjalan lebih rapi. - Penyelesaian akhir
Finishing menjadi salah satu aspek yang secara khusus mendapat perhatian, mengingat efektivitas di depan gawang sangat menentukan hasil pertandingan di liga yang kompetitif.
Pelatih menegaskan bahwa uji coba kontra Garudayaksa FC akan menjadi indikator apakah tiga fokus tersebut sudah menunjukkan perkembangan signifikan. Mini-preseason yang dijalani PSS di jeda kompetisi dirancang untuk mengangkat performa tim secara menyeluruh, baik secara fisik maupun taktikal.
Mentalitas Kompetitif Tetap Diutamakan Meskipun Bertajuk Friendly Match
Walau pertandingan ini tidak masuk dalam perhitungan liga, Ansyari meminta seluruh pemain untuk menampilkan komitmen dan intensitas layaknya laga resmi.
Ia menekankan bahwa kolektivitas adalah identitas utama PSS Sleman. Tanpa kerja sama yang kuat, pola permainan tidak akan berkembang secara optimal. Oleh sebab itu, Ansyari memberi instruksi agar seluruh pemain bermain lebih terstruktur, saling mendukung dalam setiap fase permainan, dan menjaga alur komunikasi di lapangan.
Instruksi tersebut tidak hanya berfungsi meningkatkan kualitas permainan, tetapi juga memperkuat mentalitas bersaing—faktor yang sering menjadi pembeda dalam pertandingan kompetitif.
Dua Minggu Penting untuk Mematangkan Persiapan PSS Sleman
PSS masih memiliki waktu sekitar dua minggu sebelum kompetisi kembali bergulir. Periode ini dipandang sangat krusial oleh staf pelatih, baik untuk pembenahan teknis maupun aspek nonteknis seperti mentalitas, disiplin, dan konsistensi.
Menurut Ansyari Lubis, evaluasi yang dilakukan sepanjang pekan pertama jeda kompetisi menunjukkan bahwa pemain berada pada jalur yang tepat. Namun, masih ada ruang peningkatan dalam:
- stabilitas fisik sepanjang 90 menit,
- ketajaman organisasi permainan,
- kemampuan menjaga fokus di momen-momen krusial,
- respons pemain terhadap skema transisi cepat.
Pelatih berharap uji coba melawan Garudayaksa menjadi momentum untuk melihat kemajuan tersebut secara nyata dan membantu tim memasuki fase lanjutan Pegadaian Championship dengan kesiapan maksimal.
Penutup
Pertandingan uji coba melawan Garudayaksa FC bukan sekadar duel pemanasan, tetapi bagian integral dari proses penguatan PSS Sleman di tengah jeda kompetisi. Dengan fokus pada peningkatan fisik, kolektivitas, dan penyelesaian akhir, PSS menargetkan performa lebih stabil serta mentalitas kompetitif yang siap membawa tim bersaing di papan atas Pegadaian Championship 2025/26.