PSS Sleman menjadi salah satu tim paling produktif di Pegadaian Championship 2025/26, sementara deretan pemain muda seperti M Isfandyar dari Persiba hingga Achmad Riyadi dari Persipal FC menguasai menit bermain U21 di Liga 2 Indonesia 2025. Inilah gambaran lengkap bagaimana produktivitas gol, soliditas pertahanan, dan statistik pemain muda membentuk peta persaingan Liga 2 musim ini.
Super Elang Jawa Tajam, Tapi Masih Belum Maksimal
Hingga pekan ke-12 Pegadaian Championship 2025/26, PSS Sleman tercatat sebagai salah satu tim paling galak dalam urusan mencetak gol di liga 2 2025. Skuad berjuluk Super Elang Jawa ini sudah 24 kali membobol gawang lawan dan baru sembilan kali kebobolan. Secara statistik liga 2 Indonesia, angka tersebut menempatkan PSS sebagai salah satu tim dengan produktivitas gol terbaik di Grup Timur.
Namun, pelatih kepala PSS Sleman, Ansyari Lubis, menilai bahwa produktivitas itu masih perlu ditingkatkan melihat intensitas persaingan yang terus naik. Di tengah ketatnya jadwal liga 2 indonesia 2025 dan kualitas lawan yang semakin merata, PSS harus menjaga konsistensi gol jika ingin bersaing di puncak liga 2 standings.
Saat ini, PSS berada di peringkat ke-2 Grup 2 atau Grup Timur dengan koleksi 27 poin, hanya terpaut satu angka dari PS Barito Putera di puncak klasemen dengan 28 poin. Dalam konteks klasemen liga 2 terbaru, selisih tipis seperti ini bisa berubah hanya dengan satu hasil pertandingan saja.
Produktivitas Gol Jadi Modal Utama Ke Puncak Klasemen
Menurut Ansyari Lubis, di sepak bola modern produktivitas gol adalah salah satu indikator utama kualitas tim. Semakin tinggi produksi gol, semakin besar peluang sebuah klub menjaga ritme kemenangan dan menekan pesaing langsung di klasemen liga 2.
Ia menekankan bahwa catatan 24 gol PSS Sleman sejauh ini belum membuatnya puas. Alasannya, tim lain di Grup Timur seperti Barito Putera juga terus meningkatkan produktivitas gol. Artinya, PSS tidak boleh hanya puas menjadi salah satu tim tersubur, tetapi harus memastikan bahwa setiap gol benar-benar berkontribusi pada hasil tiga poin.
Pada jeda kompetisi, tim pelatih PSS memfokuskan latihan untuk mengasah finishing. Intensitas latihan penyelesaian akhir dari berbagai skema – open play, bola mati, hingga transisi cepat – diarahkan agar pemain lebih tenang dan klinis di kotak penalti. Targetnya jelas: produktivitas gol yang tinggi harus berjalan seiring dengan kemenangan, bukan sekadar memperindah statistik gol liga 2 per pekan.
Memperkuat Lini Belakang: Menutup Celah di Tiga Laga Terakhir
Di sisi lain, Ansyari Lubis juga menyoroti lini belakang PSS. Dalam tiga laga terakhir, Super Elja kebobolan tiga gol. Di atas kertas, sembilan kebobolan dari 12 pertandingan memang tidak buruk, tetapi untuk tim yang menargetkan puncak klasemen grup timur liga 2 hal ini tetap perlu diperbaiki.
Pada jeda Pegadaian Championship, staf pelatih memberikan materi khusus untuk memperkuat organisasi pertahanan. Fokusnya antara lain:
- Kerapatan antar lini ketika kehilangan bola.
- Komunikasi antara bek tengah, bek sayap, dan kiper.
- Transisi negatif ketika tim kehilangan bola di area lawan.
Dengan jadwal liga 2 yang padat dan pertandingan liga 2 hari ini hingga laga malam ini yang terus bergulir, rotasi pemain di lini belakang juga menjadi isu penting. PSS perlu menjaga kebugaran sekaligus konsistensi struktur pertahanan agar tidak mudah ditembus pada fase-fase krusial, terutama ketika memasuki jadwal 8 besar liga 2 nanti.
Statistik U21 Pegadaian Championship: Isfandyar Pimpin Menit Bermain
Selain persaingan di papan klasemen liga 2 2025, salah satu sorotan utama Pegadaian Championship 2025/26 adalah kontribusi pemain muda. Dalam kategori U21, statistik pegadaian championship 2025 menunjukkan sejumlah nama yang mencuri perhatian dari sisi menit bermain dan keterlibatan mereka dalam permainan tim.
Hingga pekan ke-12, gelandang muda Persiba Balikpapan, M Isfandyar (18 tahun), tercatat sebagai pemain U21 dengan menit bermain terbanyak di liga 2 indonesia. Ia mengumpulkan total 1.008 menit dari 12 laga yang sudah dijalaninya bersama Persiba musim ini. Selain itu, ia turut menyumbang satu gol dan satu assist – catatan yang memperkuat labelnya sebagai salah satu wonderkid liga 2 indonesia.
Produktivitas dan kepercayaan pelatih terhadap Isfandyar menunjukkan bahwa Liga 2 bukan hanya ajang klub mengejar promosi, tetapi juga ruang pengembangan pemain muda liga 2 berbakat yang siap naik level ke BRI Super League atau bahkan ke luar negeri.
Lima Besar Menit Bermain U21 Liga 2 2025
Jika menilik data statistik liga 2 Indonesia untuk kategori U21 hingga pekan ke-12, inilah lima pemain dengan menit bermain terbanyak:
- M Isfandyar (Persiba Balikpapan)
- Posisi: gelandang
- Usia: 18 tahun
- Menit bermain: 1.008 menit (12 laga)
- Kontribusi: 1 gol, 1 assist
- Amirul Amin (Deltras FC)
- Posisi: bek kanan
- Menit bermain: 1.007 menit (12 laga)
- Kontribusi: 2 assist
- Menjadi salah satu bek muda paling konsisten, penting dalam fase build-up dan transisi Deltras.
- Rafly Selang (PSPS Pekanbaru)
- Posisi: gelandang/penyerang
- Usia: 20 tahun
- Menit bermain: 911 menit (12 laga)
- Kontribusi: 1 gol, 1 assist
- Pemain asal Ternate ini menjadi motor serangan Askar Bertuah dan andalan dalam skema ofensif PSPS.
- M Arief Kurung (Persiraja Banda Aceh)
- Posisi: bek tengah
- Usia: 20 tahun
- Menit bermain: 900 menit (10 laga)
- Kontribusi: 1 gol
- Selain tangguh di lini belakang, ia juga mengancam dari situasi bola mati untuk Laskar Rencong.
- Achmad Riyadi (Persipal FC)
- Posisi: bek kanan
- Menit bermain: 842 menit (11 laga)
- Kontribusi: 1 assist
- Mencerminkan tren bahwa banyak klub Liga 2 memberi kepercayaan besar kepada bek sayap muda yang agresif naik turun.
Deretan nama ini memperkuat narasi bahwa Pegadaian Championship adalah wadah penting bagi perkembangan pemain muda. Menit bermain besar di usia belia bukan hanya soal regulasi, tetapi juga hasil dari performa meyakinkan di lapangan.
Liga 2 2025: Persaingan Taktik, Data, dan Regenerasi
Dari PSS Sleman yang terus mengasah finishing sambil memperkuat lini pertahanan, hingga Persiba, Deltras, PSPS, Persiraja, dan Persipal yang mengandalkan pemain U21 sebagai tulang punggung tim, Liga 2 2025 menunjukkan wajah kompetisi modern: sarat data, detail taktik, sekaligus fokus pada regenerasi.
Bagi penggemar yang ingin mengikuti perkembangan liga 2 hari ini – mulai dari klasemen pegadaian liga 2, jadwal pegadaian championship, hingga statistik pemain muda – penting untuk rutin memantau update resmi. Di sanalah kamu bisa melihat bagaimana produktivitas gol Super Elja, soliditas lini belakang, dan lonjakan menit bermain para wonderkid U21 pelan-pelan membentuk peta kekuatan Pegadaian Championship 2025/26 hingga akhir musim.